Kamis, 23 Mei 2013

Ladada

masih dibawah langit yang sama,,
masih diterangi matahari yang sama..
dan masih pula ditemani bintang yang sama..
tapi kenapa semuanya terasa asing..
semua terasa jauh, dan bahkan semuanya terlihat tak nyata..

kamu,,
kamu yang selalu bersama ku pun kini mulai terasa hilang..
dan semakin hilang,, hingga akhirnya aku tak dapat merasakan apa-apa lagi,,


Rabu, 22 Mei 2013

3 Versi dalang G 30 S

Soeharto:
Secara sederhana saya katakan bahwa yang menjadi dalang gerakan kudeta merangkak Gerakan 30 september ini adalah jenderal-jenderal Pro CIA atau pro Blog Barat, dapat disebutkan disini yang menjadi dalang Utamanya adalah Jenderal Besar Soeharto [yang paling diuntungkan dalam gerakan ini]. yang menjadi target dari gerakan ini adalah Presiden Soekarno dan Partai Komunis Indonesia, kenapa presiden soekarno mau digulingkan???, Karena gerakan ini bukan gerakan nasional, tetapi gerakan internasional atau gerakan blog barat yang ingin menggulingkan Bung Karno yang sedang membangun gerakan yangingin menyaingi Blok Barat.[sebenarnya bung Karno bukan pro blog Timur, tetapi ingin membangun Blok tersendiri [diluar blok timur] yang ingin menyaingi blog barat yang congkak.] Blok yang ingin dibangun oleh bung karno ini, kita sebut saja Blok Marhaenesia, sayang blok yang akan menyaingi blok Barat ini layu sebelum berkembang di “cabut” oleh blok Barat.
Fakta lain kenapa saya katakan Bung karno dan PKI adalah korban keganasan Gerakan 30 September atau kudeta berdarah 30 S/PKI [dengan embel-embel PKI] adalah Bung karno Sendiri yang jatuh dari tampuk kekuasaan setelah peristiwa ini terjadi, yang kedua adalah PKI, lihatlah hampir seluruh fungsionaris PKI dibunuh bak maling ayam, lihatlah para simpatisan PKI sebagian besar di Pulau Jawa dan Bali jadi korban sia-sia oleh keganasan tentara dan ormas anti PKI [korban yang meninggal diperkirakan belasan juta orang yang dibantai antara tahun 1965 – 1967].
Jadi kesimpulannya singkat saja, yang menjadi dalang gerakan ini adalah Militer ,Pro CIA/Amerika Serikat/Blok Barat yang diketuai oleh Soeharto. yang menjadi korban dari gerakan kudeta 30 september ini adalah soekarno dan Partai Komunis Indonesia.
Soekarno:
Sebuah penafsiran sejarah atas peristiwa kudeta berdarah Gerakan 30 September PKI kembali muncul. Menurut sebuah buku terbaru, peristiwa G30S PKI didalangi oleh Presiden Soekarno. Mayjen Soeharto, saat itu menjabat Panglima Komando Strategis Angkatan Darat, tidak terlibat. Pandangan ini muncul dari penulis buku "Sukarno File, Kronologis Suatu Keruntuhan", Antonie C.A. Dake, dalam peluncurkan bukunya di sebuah rumah makan di Wisma Kodel, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (17/11/2005). "Mastermind dari peristiwa tersebut adalah Soekarno," kata Dake tegas saat menjawab pertanyaan salah seorang peserta diskusi dalam peluncuran bukunya. Acara peluncuran buku ini dihadiri salah satu putri Bung Karno, Sukmawati Soekarnoputri. Juga hadir mantan Ketua DPR Akbar Tandjung, FachryAli, Budiman Sudjatmiko, serta beberapa peneliti dari Sugeng Sarjadi Syndicate sebagai penyelenggara acara. Menurut Dake, Presiden Soekarno telah mengetahui dua hari sebelumnya bahwa 1 Oktober pukul 04.00 adalah hari kudeta. Soekarno telah mengetahui jenderal TNI Angkatan Darat mana yang menjadi sasaran dan apa yang akan terjadi terhadap mereka. "Saya tidak menemukan bukti-bukti yang dapat mengatakan bahwa Soeharto terlibat. CIA juga tidak terlibat. Cerita sebenarnya jauh lebih sederhana dan kurang meriah setelah arsip Amerika dibuka setelah sekian tahun," paparnya. Tuduhan kepada Soeharto sebagai dalang peristiwa G30S PKI, menurut Dake, tidak beralasan. Alasannya, tindakan yang diambil Soeharto adalah reaksi atas tragedi yang menimpa pada jenderal. Lalu dijelaskan Dake, pada 4 Agustus 1965 Soekarno pernah memanggil beberapa orang ke Istana, salah satunya Untung. Untung cs itu diminta untuk menindak para jenderal yang dianggap tidak loyal karena menolak pembentukan angkatan kelima. Untung, yang merupakan salah satu perwira pengawal Presiden Soekarno, menjawab, "Jika bapak membiarkan kita menindak para jenderal, saya akan melaksanakan perintah apa pun dari pemimpin besar." Sebelum diterbitkan dalam Bahasa Indonesia, buku Dake telah diterbitkan dalam Bahasa Belanda.Buku setebal 549 halaman ini diterbitkan Aksara Karunia, November 2005. Rencananya buku "Sukarno File" juga akan diterbitkan dalam Bahasa Inggris. Buku ini merupakan hasil penelitian Dake selama enam tahun. Untuk penelitian ini Dake banyak menggunakan dokumen rahasia di Amerika Serikat yang kini bisa diakses publik. Di Eropa, Dake dikenal sebagai kriminolog. Ia sempat menjadi koresponden stasiun televisi nasional Belanda di Rusia dan banyak mengamati perkembangan politik di Rusia.
PKI :
PKI yang menjadi dalang peristiwa Gerakan 30 September 1965. Dimana peristiwa itu mengigatkan kita bahwa PKI selalu berusaha mencari kesempatan untuk melakukan Kudeta (perebutan kekuasaan).
Dalam buku tersebut juga disebutkan bahwa Aidit menugaskan Kamaruzaman alias Syam sebagai Ketua Biro Khusus PKI untuk merancang dan mempersiapkan perebutan kekuasaan. Kemudian biro ini melakukan pembinaan terhadap perwira-perwira ABRI diantaranya adalah Brigjen Supardjo dan Letkol Untung dari TNI AD, Kolonel Sunardi dari TNI AL dan Letkol Anwas dari Kepolisian. PKI menyadari bahhwa hambatan untuk mencapai tujuannya adalah TNI AD. Oleh karena itu pada tanggal 30 September 1965 sebelum subuh tanggal 1 Oktober 1965 upaya penculikan dan pembunuhan terhadap para perwira tinggi TNI AD dilancarkan. Di buku tersebut juga dipaparkan bahwa penumpasan pemberontakan G30S/PKI dilakukan oleh ABRI dan rakyat yang setia kepada Pancasila. Mayjen Soeharto sebagai Panglima Kostrad (Komando Strategi Angkatan Darat) mengambil langkah-langkah untuk memulihkan kembali keadaan.

Kamis, 16 Mei 2013

SPOOF Text

Pengertian dan Contoh Spoof text

Krumpuls - Pengertian dan Contoh Spoof text - Pengertian dan Contoh Spoof text Secara umum spoof digambarkan sebagai teks narasi yang bersumber dari kejadian faktual dimasa lampau dengan tujuan menghibur pendengar atau pembaca. Beberapa hal yang selalu muncul dalam spoof adalah hal-hal unik tentang anomali kebahasaan, seperti : joke dan idiom, atau mungkin gabungan kedua unsur tersebut. Menurut Riemer (2004 : 8) : “Spoof is a text which tells factual story, happened in the past time with unpredictable and funny ending. Its social function is to entertain and share the story.”

Lalu apa bedanya spoof text dengan narrative text? Bukankah narrative text juga merupakan text yang menceritakan kejadian masa lampau dengan tujuan menghibur?

Spoof Text

Uniknya, spoof lebih menitik-beratkan kepada estetika dalam berinteraksi, lebih ringan dan lebih menghibur. Tentunya dalam cakupan yang lebih lugas. Nilai entertaining dalam teks spoof terangkum dalam paragraph tak terduga yang biasanya terdapat diakhir teks, berupa anomali bahasa yang sama sekali belum pernah di dengar pendengar atau mungkin hanya sebuah lelucon sederhana tetang hal-hal menggelitik di sekitar pembaca.

Satu-hal yang perlu diperhatikan bahwa spoof baru dikatakan berhasil, apabila si pencerita dapat membuat si pendengar tertawa, bahkan terbahak. Maka dari itu, spoof tidak diperuntukan kepada kelompok orang dengan orientasi bahasa yang berbeda.


Generic Structure of Spoof Text

- Orientation (berisi pengenalan tokoh, latar, setting dll)
Orientatition adalah bagian awal dari paragraph yang berjenis spoof text, dimana paragrap ini diperuntukan sebagai jawaban terhadap aspek 5W1H yang terkandung di dalam teks. Akan dijelaskan pula detail kejadian dan latar belakang si pelaku.

- Events (berisi peristiwa atau kejadian)
Event biasanya berisi tentang kejadian dimana sebuah peristiwa berasal. Karena tetunya sebelum menuju peristiwa inti, pembaca harus mendapat orientasi yang tepat serta penjelasan terperinci mengenai kejadian yang ada di dalam teks.

- Twist, ending cerita (akhir cerita yang dianggap lucu, kadang tidak terduga)
Ini adalah bagian paling menarik dalam spoof teks, karena twist merupakan paragraf klimaks yang berisi beberapa kalimat tak terduga. Biasanya berupa anomali kebahasaan yang sedang populer di masyarakat, sebagai un-predictable ending Detail kecil yang justru membedakan spoof dari teks-teks lainnya.

Untuk lebih memahami apa itu spoof text mari kita mengenal beberapa ciri kebahasaannya agar lebih mudah mengenall sebuah contoh spoof text in English:
1. Memakai Past Tense, seperti was dan did dan lainnya.
2. Memakai action verb antara lain adalah went, walked, ran dan lainnya.
3. Memakai kata keterangan tempat dan waktu.
4. Teks diceritakan secara berurutan atau kronologis.

Spoof text memang dikenal dengan teks komedinya yang mengejutkan pada akhir teks yang bisa membuat kita tidak sangka dan tersenyum atau bahkan tertawa ketika sampai pada akhir cerita